Keamanan undangan Sampul

Link undangan Sampul yang dikirim ke tamu selalu berawalan sampul.id/u/ dan terbuka di browser. Sampul sendiri tidak pernah meminta tamu memasang aplikasi atau APK. Halaman undangan Sampul juga tidak pernah meminta tamu menyebutkan kode OTP.

Mengenali link undangan Sampul

  • Baca alamat di teks link-nya. Alamatnya harus persis sampul.id/u/ lalu nama undangan, misalnya sampul.id/u/rina-dimas.
  • Waspadai nama yang mirip, misalnya dengan tambahan huruf, tanda hubung, atau huruf yang diganti dengan huruf lain yang tampak sama.
  • Judul dan gambar di kartu pratinjau WhatsApp bisa diatur siapa saja. Yang bisa dipegang hanya alamat di teks link.
  • Undangan Sampul terbuka sebagai halaman web. Tidak ada berkas yang terunduh saat link diketuk.

Ciri tautan dan berkas yang mencurigakan

  • Berkas berakhiran .apk, termasuk yang disamarkan seperti undangan.pdf.apk.
  • Link yang langsung mengunduh berkas atau meminta memasang aplikasi.
  • Halaman yang meminta PIN, kode OTP, atau data rekening.
  • HP menampilkan peringatan tentang memasang aplikasi dari sumber yang tidak dikenal.

Tanda-tanda ini membantu, tetapi tidak membuktikan pengirimnya asli. Akun WhatsApp kenalan juga bisa dibajak. Kalau ragu, telepon pengirimnya lewat nomor yang sudah lama tersimpan di kontak.

Tautan di dalam undangan

Pembuat undangan bisa memasang tautan, misalnya ke peta, siaran langsung, atau akun Instagram. Untuk tautan itu, Sampul memasang batas:

  • Tautan ke berkas unduhan (misalnya .apk, .exe, atau .zip), pemendek link, dan alamat tanpa https ditolak saat undangan diterbitkan. Di pratinjau, tautan seperti itu tampil sebagai teks biasa yang tidak bisa diketuk.
  • Tautan ke situs di luar daftar situs yang kami kenali dibuka lewat halaman antara di sampul.id/keluar.

Halaman antara sebelum keluar dari Sampul

Sebelum membuka situs di luar daftar yang kami kenali, tamu melihat halaman yang menulis "Tautan ini membuka situs di luar Sampul", lengkap dengan alamat tujuannya. Kami tidak memeriksa isi situs tujuan. Baca alamatnya dulu. Kalau terasa janggal, kembali ke undangan.

Isi undangan ditulis pembuatnya

Alamat sampul.id hanya memastikan halaman itu dibuat di Sampul. Isinya, termasuk nomor rekening untuk hadiah, ditulis pembuat undangan. Kalau rekening atau tombol di undangan terasa janggal, tanyakan dulu ke pengantin lewat nomor yang sudah lama tersimpan, bukan nomor yang tertulis di pesan atau di halaman undangan.

Melaporkan undangan

Di akhir setiap undangan Sampul ada tautan "Laporkan undangan ini". Tautan itu membuka formulir laporan untuk undangan tersebut. Laporan juga bisa dikirim ke halo@sampul.id.

Formulir itu tidak meminta nama atau email, jadi pelapor tidak menerima balasan. Pemilik undangan tidak melihat isi laporan maupun data pelapor.

Kami memeriksa setiap laporan. Untuk penipuan atau isi yang melanggar hukum, tayang undangan bisa langsung kami hentikan, sesuai syarat dan ketentuan pasal 8. Data yang dikirim lewat formulir laporan dijelaskan di kebijakan privasi.

Kalau berkas sudah terlanjur dipasang

Matikan Wi-Fi dan data seluler dulu, lalu hubungi bank lewat nomor resmi, misalnya nomor di balik kartu ATM. Langkah lengkapnya, dari bank dan Diskominfo ditambah saran kami, ada di artikel undangan digital penipuan APK.

Yang tidak ada di halaman undangan Sampul

Halaman undangan Sampul tidak memuat iklan dan pelacak iklan, dan tidak memakai analitik pihak ketiga.

Pertanyaan soal keamanan bisa dikirim ke halo@sampul.id.

Berlaku sejak 2 November 2026.